
Night sky dalam terjemahan bebasnya langit malam adalah hal yang masih belum dimengerti oleh banyak orang apalagi tentang pengetahuannya. Bagaimana kita bisa mengetahui tentang dunia perbintangan khususnya letak-letaknya, nama-nama bintang maupun galaksi dan diposisi lintang dan bujur mana target itu berada, semua berdasarkan pada garis azimuth dan equator.
Memang pendidikan di Indonesia secara spesifik belum menyentuh sampai disana. Mengapa?Penting atau tidaknya tergantung juga dengan maju tidaknya dunia pendidikan Indonesia ataupun tingkat SDM-nya. Mempelajarinya sangat penting bukan hanya matematika untuk bisa menguasai tetapi juga didukung oleh peralatan yang bisa dibilang standart meskipun hanya teropong bintang berkekuatan beberapa kilometer jauhnya.Support konvensional masih dalam perbandingan 1:1jt populasi kependudukan. Apakah masih dibilang tak ada nilai ekonomisnya? Ataukah faktor lainnya?
Dalam sisi lain dan masih teringat di otak saya yang masih tumpul dipelajaran saya dalam Kitab Hari ke XXXII. Disebutkan dalam Al-Quran, Surat ke-56 yang terdiri 96 ayat, Juz 27, Surat Al-Waaqi'ah ayat 75-76. Yang artinya dalam terjemahan bebas adalah bahwa Allah bersumpah dengan letak perbintangan, dan itu adalah sumpah yang besar.
Cukup bagaimana saya untuk bisa mengetahuinya meskipun sedikit perbendaharaan. Sepotong kue yang diberikan kepada kita bisa membawa kita kepada pembuatnya. Dan dia adalah si pembuat kue bukan pembuat gerabah.